Renah Lebar –Rabu (20/09) seluruh siswa-siswi MAN IC Benteng mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) yang diselenggarakan oleh Badan Bahasa Kemendikbud melalui Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan kesempatan kepada pelajar MAN IC Benteng untuk mengukur kemampuan kemahiran berbahasa Indonesia. Selain itu UKBI bisa membantu madrasah dalam memetakan kelompok siswanya yang cakap atau bagus dalam hal kompetensi menulis, berbicara, memahami bacaan, memahami kaidah, atau menyimak/mendengarkan.

Teknis pelaksanaan UKBI dibagi dalam dua sesi yaitu sesi I dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan kuota peserta sebanyak 50 orang siswa dan dilanjutkan pada sesi 2 pada pukul 13.00 WIB dengan kuota peserta sebanyak 280 peserta. Uji kemahiran yang hasilnya dapat dipetakan ke dalam tujuh peringkat, predikat, dan rentang skor yaitu satu ungkapan Isu Unggul Managitas (Istimewa, Sangat Unggul, Unggul, Madya, Semenjana, Marginal, dan Terbatas) ini dilaksanakan di ruang kelas bersama (RKB) komplek kampus MAN IC Bengkulu Tengah.

Sebelum pelaksanaan uji kemahiran dimulai, tim dari Kantor Bahasa melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh peserta terkait teknis pelaksanaan ujian bahasa yang sering disebut sebagai ‘TOEFL’-nya Indonesia ini .

Dalam UKBI tahun 2023 ini, Nayla Diafni Huwaida dari kelas XI 5 meraih skor tertinggi yaitu 706 selisih 12 poin dari seniornya tahun lalu Nayla Dwi Anjani yang meraih skor 718 dan menjadi peraih skor tertinggi se-provinsi Bengkulu saat itu.
Kepala MAN IC Bengkulu Tengah, Imam Ghozali merespon baik pelaksanaan UKBI dan berharap tindak lanjut dari uji kemahiran berbahasa Indonesia akan menjadi dasar sekaligus instrumen evaluasi bagi tenaga pendidik mapel Bahasa Indonesia di MAN IC Benteng untuk mengembangkan model pembelajaran yang lebih bervariasi berdasarkan hasil pemetaan UKBI.(HUMAS ICBT)
MAN IC Bengkulu Tengah Kampus: Prestasi, Mandiri dan Islami